
titikomapost.com, SURABAYA – Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) bekerjasama dengan Kampuh Welding Indonesia (KWI) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelenggarakan Pelatihan Prosedur Pembangunan Kapal dan Manejemen Produksi dalam rangka modernisasi pembangunan kapal di Indonesia.
Pelatihan yang diikuti 20 perusahaan galangan kapal anggota IPERINDO, dengan masing-masing perusahaan mengirimkan 2 orang pegawainya itu diselenggaran di Balai Pelatihan Kampuh Welding Indonesia, Surabaya dibuka langsung oleh Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan, R. Hendro Martono secara online yang disaksikan langsung oleh Ketua Umum IPERINDO, Anita Puji Utami, Presiden Direktur Kampuh Welding Indonesia, Moch Moenir, dan Andi Komara Koordinator fungsi sektor industri maritim Direktorat Jenderal ILMATE Kemenperin, dan salah satu perwakilan JICA Hirofumi Doi serta pengurus IPERINDO Jawa Timur, Senin ( 19/9/2022).

Hendro Martono mengatakan, pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Jepang yang diwakili JICA dan Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Direktorat Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian yang melibatkan asosiasi industri halangan kapal IPERINDO.
“Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan JICA, dan IPERINDO melakukan meningkatkan kapabilitas dan kopetensi industri perkapalan Indonesia melalui program The Indonesian Shipbuilding Industry Mobilization project,” katanya dalam sabutan yang disampaikan secara daring.
Hendro Martono juga menambahkan, tujuan utama program tersebut adalah memperkenalkan prosedur pembuatan kapal yang efisien dan metode manejemen produksi galangan kapal di Indonesia melalui sistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang pelaksanaannya dimulai pada tahun 2022 hingga berakhir tahun 2024 meliputi 5 tahapan program pelatihan di Jakarta dan Surabaya serta 1 program pelatihan di Jepang.
“Kami berharap, program ini dapat mendorong industri galangan nasional yang mempunyai makna meningkatkan kapabilitas daya saing serta sustainability,” ujarnya.

Di waktu yang sama, Anita Puji Utami, Ketua Umum IPERINDO (Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia) menjelaskan, program pelatihan ini khusus diikuti anggota IPERINDO yang ada di wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur dengan peserta diawal sebanyak 20 anggota galangan kapal yang terbagi dalam dua pelaksanaan, yaitu 10 di Jakarta dan 10 di Surabaya ini.
“Dari 20 galangan kapal yang mewakili anggota IPERINDO itu nantinya bisa menjadi embrio dalam melaksanakan pengembangan-pengembangan di galangan itu sendiri maupun di anggota iperindo yang lainya,” tutur Anita.
Bahwa kita ketahui bersama, lanjut Anita, bahwa Jepang ini merupakan salah pusatnya industri galangan kapal di dunia. Dengan dasar itulah, kita di Indonesia perlu meningkatkan update dari sisi kualitas maupun peningkatan kecepatan pembangunan kapal.
“Dengan pelatihan ini, hasil dari pembangunan kapal di Indonedia semakin lebih baik lagi, semakin bisa lebih cepat, dan juga bisa bersaing baik ditingkat Nasional maupun Internasional,” harapnya.
Anita juga menambahkan, kerjasama ini tidak hanya dititikberatkan pada sumber daya manusianya saja, akan tetapi juga terkait teknologinya. Pelatihan ini tidak hanya dilakukan di Indonesia tetapi kita juga akan melakukan studi banding di galangan yang ada di Jepang, bagaimana cara mereka melakukan produksi secara efisien, berkualitas. Hal ini akan meningkatkan mereka tidak hanya belajar teori, tetapi belajar praktik dan juga simulasi-simulasi yang nanti diajarkan bagaimana menghadapi trouble apabila pembangunan kapal dilakukan di Indonesia.
“Apa yang harus dilakukan, itu juga salah satu hal yang akan mempercepat dari sistem pelatihan ini,” ucap Anita.
Kerjasama itu sendiri sampai tahun 2024 tahun depan. Dimulai dari bulan September 2022 ini, ada tahapan-tahapan yang dilakukan lokal di Indonesia serta berikutnya di tahun 2023 ada kunjungan ke halangan yang ada di Jepang
“Jadi ini masih tahap awal. Semoga kedepan ada program-program berikutnya yang diinisiasi JICA, Kemenperin dan Iperindo,” imbuhnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Kampuh Welding Indonesia (KWI), Moch. Moenir mengaku, ini pelatihan yang melibatkan anggota IPERINDO sebagai langkah modernisasi galangan kapal yang baru pertama kali dilaksanakan hasil kerjasama Kementrian Perindustrian dengan JICA Jepang dan IPERINDO diikuti 20 galangan kapal nasional yang pelaksanaan pelatihannya dibagi dua tempat di Jarta dan Surabaya.
“Hari ini pelatihan yang dilaksanakan di Surabaya diikuti 10 galangan kapal yang masing-masing galangan diwakili 2 orang dan bulan depan akan dilaksanakan di Jakarta dengan 10 galangan kapal juga,” terangnya.
Menurut Moenir, pelatihan modernisasi halangan kapal adalah yang pertama kali, dan proyek pelatihan ini sebetulnya sudah direncanakan beberapa tahun lalu, namun ada hambatan adanya pandemi Covid-19.
“Untuk meningkatkan manejemen sistem galangan kapal yang awalnya diikuti 20 galangan, dan selanjutnya akan disebarkan keseluruh galangan kapal yang ada,” pungkasnya.
Pada kenyataannya memang terdapat gap antara galangan yang satu dengan yang lain, dalam hal kualitas hasil produksi dan waktu pembangunan kapal. Sehingga dengan adanya pelatihan ini, diharapkan akan dapat meningkatkan manejemen priduksi pembangunan kapal yang akhirnya akan menghasilkan produk kapal yang lebih berkualitas, lebih cepat jadwal pembangunannya dan lebih murah biayanya.
Serta, hal ini juga akan mendorong semakin kecil gap diantara satu galangan dengan galangan yang lainnya, sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas dan manajemen produksi antar industri kapal mencapai tingkat yang tidak berbeda jauh. (RG)