1.276 Juleha Jatim Siap Kawal Idul Adha 2022

62
Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memeriksa hewan qurban disalah satu kandang sapi.

titikomapost.com, SURABAYAKesiapan Pemprov Jawa Timur menjelang Hari Raya Idul Adha 2022 terus dilakukan, baik fokus Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun kesiapan Rumah Potong Hewan (RPH) sekaligus Juru Sembelih Halal (Juleha) yang sudah bersertifikat siap menyukseskannya.

Sebanyak 1.276 orang Juleha yang tersebar di berbagai Pondok Pesantren (Ponpes), Masjid, Mushola dan lembaga di wilayah Jatim, telah mendapatkan pelatihan, pengarahan dan juga sertifikasi.

“Hingga hari ini, yang tercatat dalam Management Qurban, total di Jatim yang sudah memiliki pengetahuan Juru Sembelih Halal (Juleha) adalah 1276 orang,” tutur Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Ahad (5/6/2022).

Khofifah menyatakan, kesiapan sarana dan prasarana seperti RPH dan Juleha-nya, tidak kalah penting dibandingkan kesiapan hewan ternaknya. Menurutnya, masyarakat jangan sampai  resah dengan  adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Karenanya, higienitas dan kehalalan daging kurban menjadi keharusan sebagai bentuk langkah perlindungan kepada masyarakat.

“Bukan hanya hewan ternaknya yang harus disiapkan, tapi RPH-RPH dan Julehanya juga harus disiapkan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga  Kapuspeng SDM Hubla Lakukan Monitoring Angleb 2025 Pelabuhan Gresik

Lanjut Khofifah, jumlah Juleha masih akan terus bertambah seiring dengan berbagai pelatihan yang tengah disiapkan oleh lembaga Juleha Indonesia Jatim. Khusus untuk tahun ini seiring dengan adanya wabah PMK, maka para Juleha juga mendapatkan materi khusus tambahan.

Yaitu pemberian materi terkait zoonosis dan kewaspadaan PMK. “Tanggal 18 Juni besok, akan ada pelatihan untuk seluruh masjid di Surabaya. Dan tanggal 19 Juni besoknya, akan ada pelatihan di Masjid Al Akbar untuk 150 masjid se-Jatim,” jelasnya.

“Intinya kita terus berikhtiar. Di sisi medis kita berikhtiar, di sisi operasionalnya kita juga berikhtiar,” imbuh Gubernur Khofifah.

Sementara itu, dari data yang dihimpun oleh Lembaga Juleha Indonesia Jatim, 1.276 orang Juleha yang tercatat berasal diantaranya dari, Pesantren Al Amanah Sidoarjo sebanyak 50 orang santri, Pesantren Nurul Huda Sencaki Surabaya 50 orang santri, Pesantren El Kadi Mojokerto 50 orang santri, PCNU Kab. Gresik 160 orang dan Vokasi Juleha tahun 2018-2022 sebanyak 100 orang dan lainnya.

“Penyiapan Juleha penting untuk memberikan kepastian halal atas hewan kurban pada masyarakat. Bahwa daging kurban yang dibagikan dan dikonsumsi telah memenuhi syariat halal dalam penyembelihan,” pungkasnya.

Baca Juga  Kapuspeng SDM Hubla Lakukan Monitoring Angleb 2025 Pelabuhan Gresik

Selain itu juga terdapat 66 orang Juleha yang bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada tahun 2022.

Serta ada 800 orang Juleha lainnya yang merupakan hasil Pelatihan Juru Sembelih Halal Management Qurban di Masjid dan Mushola se Jatim mulai tahun 2018 – 2022. (die/red).

Titikomapost.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE