
titikomapost.com, MAKASSAR – Upaya pemerintah memberi kemudahan kepada masyarakat mengakses layanan informasi kapal dan barang dengan menggunakan sistem Inaportnet yang telah diterapkan sekitar 5 tahun berjalan oleh Ditjen Perhubungan Laut senantiasa dilakukan evaluasi guna mendapatkan kesempurnaan layanan. Dimana secara penuh layanan itu sudah diberlakukan di pelabuhan Makassar sejak Juni tahun 2016 lalu.
Kepala Bidang Lalu Lintas Oprasional dan Usaha KepalabuhanCapt. M. Hasan Basri, SH, M.Mar mengatakan, sistem inaportnet berbasis online yang diberikan oleh kantor Otoritas Pelabuhan ini sangat mempermudah layanan bagi masyarakat. Sistem itu sebenarnya sudah diluncurkan sejak 2016 lalu oleh pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Laut (Ditjen Hubla), dan tentunya dalam perjalanannya dilakukan evaluasi guna penyempurnaan.
“Setiap tahunnya per enam bulan sekali sistem layanan inapornet ini dilakukan evaluasi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat,” katanya, Sabtu (5/6/2021).
Dalam evaluasi kali ini, lanjut Hasan, Ditjen hubla secara detail melihat layanan terhadap kegiatan oprasional di lapangan yang berkaitan dengan bongkar muat baik barang maupun penumpang kapal laut.
“Kita menampung semua apa yang menjadi kendala proses kegiatan bongkar muat barang dan penumpang sebagai bahan perbaikan,” jelas Hasan Basri.
Hasan Basri menambahkan, dari hasil evaluasi pelaksanaan layanan inaportnet yang ada di Makassar sudah berjalan baik, namun perlu adanya penyempurnaan khususnya untuk layanan kapal-kapal rakyat kapal layar motor (KLM).
“Sudah baik tapi perlu penyempurnaan vitur vitur atau aplikasi yang terbaru…salah contoh kapal KLM dan Kapal roro penyeberangan belum masuk dalam inapornet,” ungkapnya.
Selian itu, lanjut Hasan Basri, yang juga perlu adanya penyempurnaan itu terkait dengan keberadaan layanan Vessel Traffic Service (VTS) yang terintegrasi sangat dibutuhkan untuk memonitor lalu lintas pelayaran dan alur lalu lintas pelayaran serta mendorong efisiensi bernavigasi sehingga dapat menurunkan resiko kecelakaan kapal dan mampu memberikan rasa aman bagi pengguna jasa pelayaran.
“Kemudian juga harus diintegasikan juga ke dalam VTS,” imbuh Hasan Basri.
Sebagaai informasi, Kementerian Perhubungan menerapkan Inaportnet untuk mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan standar dalam melayani kapal dan barang. Dengan begitu, lalu lintas fisik kapal dan barang domestic lebih cepat untuk mendukung kegiatan ekspor-impor. Lingkup Inaportnet meliputi pelayanan kapal (ship services), dan pelayanan barang (cargo services) saat ini. (RG)